KEGIATAN MAHASISWA

1. KEGIATAN PRAKTEK RUMAH SAKIT

Kegiatan praktek rumah sakit merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa, khususnya dalam bidang kesehatan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami sistem pelayanan kesehatan, penerapan prosedur kerja, serta standar keselamatan yang berlaku di lingkungan rumah sakit.

Pelaksanaan praktek dilakukan di Rumah Sakit Delihusada Delitua, di mana mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung berbagai aktivitas pelayanan kesehatan. Mahasiswa dikenalkan dengan struktur organisasi rumah sakit, alur pelayanan pasien, serta tugas dan tanggung jawab tenaga kesehatan di setiap unit kerja. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari penerapan prinsip-prinsip K3, seperti penggunaan alat pelindung diri (APD), pengelolaan limbah medis, serta upaya pencegahan infeksi.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam beberapa kegiatan yang diperbolehkan di bawah pengawasan tenaga profesional. Hal ini bertujuan untuk melatih keterampilan, meningkatkan pemahaman, serta menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja. Interaksi langsung dengan tenaga kesehatan dan pasien juga memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan etika profesi.

2. KEGIATAN PRAKTEK APAR

Praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan salah satu kegiatan penting dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan mahasiswa terhadap bahaya kebakaran di lingkungan kerja maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh peserta IMAK3 di Delihusada Delitua sebagai bagian dari pembelajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pelaksanaan praktik diawali dengan pemberian materi mengenai dasar-dasar kebakaran, klasifikasi jenis api, serta jenis-jenis APAR yang sesuai untuk masing-masing sumber kebakaran. Peserta juga diberikan penjelasan terkait komponen APAR, cara pemeriksaan kondisi tabung, serta prinsip kerja alat tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengidentifikasi alat yang tepat dalam situasi darurat.

Selanjutnya, instruktur mendemonstrasikan teknik penggunaan APAR yang benar dengan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep). Peserta diminta untuk mencabut pin pengaman (Pull), men garahkan nozzle ke sumber api (Aim), menekan tuas (Squeeze), dan menyemprotkan media pemadam dengan gerakan menyapu (Sweep). Demonstrasi ini dilakukan secara bertahap agar mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Setelah demonstrasi, peserta diberikan kesempatan untuk melakukan praktik secara langsung di bawah pengawasan instruktur. Setiap peserta mencoba memadamkan api yang telah disiapkan menggunakan APAR, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman nyata dalam menghadapi kondisi kebakaran. Kegiatan ini juga menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD) serta menjaga jarak aman saat proses pemadaman.

Melalui praktik ini, peserta diharapkan memiliki keterampilan dasar dalam menggunakan APAR, meningkatkan rasa percaya diri, serta mampu bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat kebakaran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi nyata dari prinsip-prinsip K3 dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tanggap terhadap risiko kebakaran.

3. KEGIATAN PRAKTEK ANTRROPROMETRI

Kegiatan praktek antropometri merupakan bagian dari proses pembelajaran yang bertujuan untuk mengukur dan menganalisis dimensi tubuh manusia secara sistematis sebagai dasar dalam penerapan prinsip ergonomi. Antropometri memiliki peran penting dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya dalam perancangan alat kerja, lingkungan kerja, serta penyesuaian antara manusia dan pekerjaannya guna meningkatkan efisiensi, kenyamanan, dan keselamatan kerja.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemberian materi teoritis mengenai konsep dasar antropometri, meliputi definisi, jenis-jenis pengukuran (statis dan dinamis), serta prinsip-prinsip pengukuran yang akurat dan reliabel. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya penggunaan data antropometri dalam perancangan fasilitas kerja yang ergonomis serta dampaknya terhadap produktivitas dan pencegahan gangguan muskuloskeletal.

4. KEGIATAN PRAKTEK ELECTRONIC HAND DYNAMOMETER

Kegiatan praktek handgrip merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ikatan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (IMAK3) yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengukur kapasitas fisik individu, khususnya kekuatan genggaman tangan (grip strength). Pengukuran ini memiliki relevansi yang erat dengan penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), terutama dalam aspek ergonomi dan pencegahan gangguan muskuloskeletal di lingkungan kerja.

5. KEGIATAN PKL

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu bentuk implementasi pembelajaran yang bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja secara langsung kepada mahasiswa di dunia industri maupun fasilitas pelayanan kesehatan. Dalam konteks Ikatan Mahasiswa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (IMAK3), kegiatan PKL memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja nyata.

Pelaksanaan PKL memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami secara komprehensif sistem kerja, alur operasional, serta potensi bahaya yang terdapat di tempat kerja. Mahasiswa tidak hanya melakukan observasi, tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang relevan dengan bidang K3, seperti identifikasi bahaya, penilaian risiko, serta penerapan upaya pengendalian risiko sesuai dengan standar yang berlaku. Hal ini bertujuan untuk membentuk kemampuan analitis dan keterampilan praktis dalam mengelola keselamatan kerja.

Scroll to Top
Buka WhatsApp
1
Informasi
Deli Husada
Hallo, ada yang bisa kami bantu ?